“Kami ingin tahu bagaimana Baznas Kab Tasikmalaya menggunakan dana hibah tersebut dan apakah sudah ada laporan pertanggungjawaban yang jelas,” kata Dedi menambahkan bahwa tantangan ini disampaikan Dedi Supriadi dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana hibah di Kabupaten Tasikmalaya.
“Kami ingin memastikan bahwa dana hibah tersebut digunakan secara efektif dan efisien untuk kepentingan masyarakat,” sambungnya
Bicara praduga masyarakat atas mobil yang dipakai pengurus Baznas itu hal wajar, meskipun STNK dan BPKB milik Baznas, coba kalau di branding Baznas mungkin penilaian akan beda.
Jadi, sambung Dedi, para pengurus Baznas Kab.Tasikmalaya yang nota bene kaum intelek yang mampuh mengelola pendayagunaan zakat, infak ,sedeqah dan dana sosial keagamaan bersikaplah bijak dalam menyikapi kritik dari publik,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya, KH. Eddy Abdul Somadi membantah keras tuduhan bahwa BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya menggunakan dana hibah sebesar Rp 4,4 miliar untuk membeli mobil pribadi.
Baca juga: Polres Sumbawa Barat Lakukan Pengamanan Keberangkatan Jemaah Calon Haji 2025
Menurutnya, Baznas selalu transparan dan akuntabel dalam mengelola dana zakat dan hibah. Kami memiliki prosedur yang ketat dalam penggunaan dana tersebut, dan semua kegiatan kami diawasi oleh lembaga terkait,” katanya.(Tim)**

1 Komentar
Semua BAZNAS di seluruh Indonesia audit sj biar transparan dan akuntable baik yg D kabupaten maupun D Kota