Pangqndaran Obormerahnews.com-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pangandaran melaksanakan audensi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangandaran di Ruang Rapat DPRD Pangandaran.
Baca juga: Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Tano Intensifkan Pemantauan Keamanan Demi Kenyamanan Masyarakat
Agenda ini dihadiri oleh Ketua Umum KONI Pangandaran, Agus Mulyana, ST, beserta jajaran pengurus cabang olahraga (cabor), Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, anggota dewan, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Asisten Daerah (Asda) 1, BAPPEDA dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pangandaran
Anggaran Minim untuk KONI
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum KONI Pangandaran, Agus Mulyana, menyampaikan keprihatinannya terkait anggaran yang dialokasikan untuk KONI pada tahun 2024.Dari kebutuhan ideal mengajukan anggaran sebesar Rp2,5 miliar, KONI hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp100 juta.
“Meskipun dana sangat minim, kami tetap berupaya untuk menjaga prestasi olahraga Pangandaran,” ujar Agus Mulyana.
Rencana dan Tantangan Menuju Porprov 2026
Dalam rapat kerja KONI Jawa Barat, Pangandaran telah dimasukkan dalam persiapan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan berlangsung dari April hingga Desember 2025. Namun, berbagai tantangan menghadang:
1. Porkab Tidak Dilaksanakan
Idealnya, sebelum BK Porprov, Pangandaran melaksanakan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) untuk menjaring atlet. Namun, karena keterbatasan anggaran, Porkab tidak dapat dilaksanakan.
2. Identifikasi dan Pembinaan Atlet
Pada Januari 2025, KONI akan mulai mengidentifikasi cabang olahraga serta atlet yang akan dibina untuk mengikuti BK Porprov. Setelah itu, pembinaan intensif akan dilakukan hingga monitoring atlet yang direncanakan akan berlaga di Porprov 2026 di Bogor, Depok, dan Bekasi.
3. Pengajuan Anggaran BK Porprov
