Sumbawa Barat Obormerahnews.com-Di banyak tempat, sisa makanan atau plastik bekas mungkin hanyalah akhir dari sebuah cerita konsumsi.Namun,di area operasional salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia sisa sisa ini justru menjadi potensi ekonomi.Di Batu Hijau,Sumbawa Barat.PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) mengubah sampah organik yang berasal dari fasilitas dapur dan tempat makan karyawan menjadi pelet pakan ikan berkualitas tinggi.
Baca juga: Paripurna DPRD KSB Bahas dan Tetapkan Rekomendasi LKPJ 2025
Melalui penerapan teknologi pengolahan limbah berbasis masyarakat, AMMAN menggandeng warga lingkar tambang ssbagai mitra bisnis lokal untuk mengelola rangkaian produksi pakan secara profesional.Dalam produksi pelet,kelompok masyarakat lokal bertugas mengolah sisa makanan menjadi pelet pakan ikan dengan mengoperasikan teknologi pengolahan pakan yang mencakup proses penggilingan, pencampuran nutrisi,hingga pengeringan menjadi pelet siap pakai.Pelet yang dihasilkan kemudian di salurkan kepada para pembudidaya ikan lokal untuk memelihara ikan hingga masa panen tiba.
Lingkaran Sirkular Yang Mandiri
Inovasi ini menciptakan sebuah ekosistem tertutup (Closed Loop) yang sangat Efisien. Hasil panen ikan dari kolam masyarakat tersebut dibeli kembali oleh mitra penyedia jasa boga (Catering) AMMAN untuk di olah menjadi hidangan bagi karyawan.Dengan kata lain,sisa makanan dari meja makan karyawan di olah oleh tangan masyarakat lokal menjadi pakan,menghasilkan protein ikan,dan kembali ke meja makan karyawa sebagai pangan bergizi.
“Di AMMAN, kami memandang pengelolaan sampah sebagai bagian integral dari tanggung jawab lingkungan.Inovasi teknologi waste -to-value yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi sirkular berbasis masyarakat adalah langkah nyata menuju operasional tambang yang berkelanjutan.” Ujar Kartika Octaviana. Vice President Corporate Communications AMMAN.
