Sementara itu, ekbang desa Sindangrasa, Subhan mengatakan, sampai saat ini pihak nya mengaku selalu melakukan monitoring perkembangan bebek tersebut yang tersebar di beberapa warga.
“dan memang dalam pengelolaan budidaya bebek tersebut terdapat beberapa kendala, seperti sulit nya pakan, serta naik nya harga pakan, namun warga sudah berusaha mensiasati nya dengan cara lain seperti maggot untuk menyuplai pakan ternak itu” ujarnya.
Subhan juga menambahkan, sebenarnya pihaknya juga memiliki kendala di karenakan bebek-bebek tersebut awalnya mengalami stress saat pertama kali didatangkan ke lokasi.
“Stress itu selain karena perjalanan juga bisa di akibatkan oleh bedanya kandang, dan itu perlu waktu untuk penyesuaian bagi bebek-bebek tersebut” ujarnya.
“apalagi saat pertama kali di datangkan usia bebek tersebut masih di kisaran 3 bulan namun hal itu, sudah kami siasati, dan alhamdulillah, kondisi bebek tersebut berangsur normal kembali”tambahnya.
Sementara itu, Suherman salah seorang warga dusun Pasiripis mengatakan, pihaknya membernarkan saat ini ia sudah melakukan pengembangbiakan bebek yang ia terima dari desa.
“saya menerima sebanyak 21 ekor bebek, yang di antaranya satu pejantan dan 20 bebek betina, dan saat ini bebek-bebek tersebut sudah berhasil menghasilkan telur” ujarnya.
Suherman juga menjelaskan sebenarnya dalam usaha budidaya bebek tersebut agak sedikit rumit dalam proses menghasilkan telur, seperti pemilihan kualitas pakan, serta cuaca yang bisa mempengaruhi bebek dalam bertelur.
“saat musim penghujan kemarin, bebek yang saya pelihara bisa menghasil sebanyak 15 butir telur dalam sehari, namun saat ini, bebek-bebek tersebut hanya menghasilkan telor bebek sebanyak 7 butir saja dalam satu hari, itu di karenakan cuaca saat ini sedang kemarau” ujarnya.
Suherman juga mengatakan, pihak nya juga memberikan apresiasi kepada pemerintah desa yang sudah mempercayai dirinya untuk mengembangbiakan bebek tersebut.
Baca juga: Kodim 1628/SB Gelar Bhakti Sosial Khitanan Massal dalam Rangka HUT TNI Ke -78
“ini langkah yang saya pikir cukup bagus, karena di samping pemberdayaan, warga juga memiliki kesibukan dalam rangka memiliki mata pencaharian yang baru” pungkasnya.”(Revan)**
