Isra dimaknai sebagai perjalanan horizontal yang melambangkan proses pendewasaan intelektual, sedangkan Mi’raj merupakan perjalanan vertikal sebagai simbol peningkatan spiritual menuju kedekatan tertinggi kepada Allah SWT. Shalat disebut sebagai Mi’rajnya orang beriman, sarana utama mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Penceramah juga mengajak agar peringatan Isra Mi’raj tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas shalat, dari sekadar kewajiban menjadi kebutuhan jiwa, serta menumbuhkan sikap optimis dalam menghadapi ujian kehidupan demi bersama-sama membangun Kabupaten Sumbawa Barat yang lebih baik.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa Barat dalam sambutannya menyampaikan harapan agar hikmah yang disampaikan penceramah dapat menjadi pegangan dalam meningkatkan keimanan dan keislaman. Momentum Isra Mi’raj diharapkan menjadi penyegaran spiritual, khususnya dalam meningkatkan kualitas ibadah, menjaga akhlak mulia, memperkuat ukhuwah, serta meneladani kesabaran Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai ujian.
Baca juga: Patroli Dialogis Polsek Jereweh Imbau Warga Jaga Kondusifitas dan Waspadai Cuaca Ekstrem
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa dan berakhir pada pukul 10.35 WITA. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar dengan pengamanan oleh personel Polsek Taliwang.(Red)
