“Kami mengajak anak-anak muda untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Perkumpulan pemuda justru dapat menjadi benteng pencegah terjadinya gangguan harkamtibmas apabila diarahkan ke kegiatan yang positif,” ujar Iptu Ardiyatmaja.
Ia juga menambahkan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan wilayah, sehingga diperlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda, tokoh masyarakat, dan aparat desa.
Baca juga: RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Warga Waspadai Gejala Kanker Payudara dan Lakukan Deteksi Dini
Dengan adanya patroli dialogis yang melibatkan anak muda ini, diharapkan tercipta rasa aman, nyaman, serta tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat Poto Tano dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan secara berkelanjutan.(Red)
