Dari hasil interogasi, keduanya mengakui perbuatannya. Mereka mengaku melampiaskan kemarahan setelah kunci sepeda motor milik salah satu pelaku hilang. Saat itu, mereka bersama beberapa temannya tengah duduk-duduk di taman sambil mengkonsumsi minuman keras. Setelah dalam kondisi mabuk dan merasa frustasi karena kunci motor tidak ditemukan, mereka pun bertindak anarkis dengan menendang dan merusak pot-pot bunga yang ada.
Aksi cepat dan sigap Polres Sumbawa Barat dalam menangani kasus ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Banyak warga yang menyampaikan dukungan kepada pihak kepolisian agar para pelaku diberikan sanksi tegas sebagai efek jera.
“Kami terus berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan keamanan di ruang publik. Tidak ada toleransi bagi aksi-aksi vandalisme yang merusak fasilitas umum,” tegas AKP Zainal.
Baca juga: Isu Rotasi Mutasi Menguat, Ini Prediksi 4 Kadis di Pemkab Pangandaran Yang Bakal Diganti
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak, terutama generasi muda, untuk menjaga etika dan perilaku di ruang publik. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mengonsumsi minuman keras yang dapat memicu tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.(Red)**
