“Yang kasihan masyarakat karena akan sulit mendapatkan karya-karya jurnalistik bermutu,” katanya.
PWI KSB, sejak terbentuk pada 2021, sambung Hairil, menjadikan capacity building (pengembangan kompetensi) wartawan sebagai program pertama dan utama.
“Alhamdulillah beberapa bulan pasca terbentuk, seluruh anggota PWI KSB sudah tersertifikasi Dewan Pers. Di NTB, bahkan di Indonesia mungkin hanya PWI KSB yang seluruh anggotanya sudah UKW. Kami juga rutin melaksanakan berbagai bentuk pelatihan jurnalistik dan diskusi berkala di internal organisasi, serta bermitra dengan berbagai pihak melaksanakan berbagai program dalam upaya mendukung pembangunan daerah dan masyarakat,” urainya.
Rapat Kerja ke-2 PWI KSB akan merumuskan sejumlah program prioritas yang diusulkan anggota untuk dilaksanakan dalam periode kepengurusan 2023 – 2026. Program peningkatan kompetensi wartawan tetap menjadi prioritas, disamping sejumlah program lainnya untuk mendukung investasi, pembangunan dan pengembangan masyarakat.
Baca juga: Dandim 1628/Sumbawa Barat Hadir Dalam Peringatan HUT RI Ke – 78
“Kami berterimakasih kepada Pemda KSB, khususnya Pak Bupati dan AMMAN (PT Amman Mineral Nusa Tenggara) yang selama ini, sebagai mitra, selalu mendukung program-program yang kami dilaksanakan. PWI KSB berkomitmen mendukung program pembangunan dan investasi dengan tetap menjunjung tinggi profesionalisme,” tutup Hairil.(*)
