Dia mengatakan tidak sedikit dari mereka yang tinggal jauh dari tempat mereka bekerja. Artinya mereka butuh uang untuk biaya transportasi dan lain-lain.
Kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran, Tonton Guntari saat dikonfirmasi membenarkan semua itu, namun dia mengaku tenaga honorer yang belum dibayar itu bukan lima bulan tapi hanya tiga bulan
“Teu 5 bulan asana mah…2 atau 3 bulan, Teu aah Disparbud mah, nguping Satpol mah uhun,” ucap Tonton
Saat ditanya apakah ada solusinya terkait belum dibayarkan gaji honorer, Tonton meminta mereka supaya bersabar dulu
Hal senada dikatakan Kepala BPBD Pangandaran, Untung Saeful Rokhman menyebut bahwa tenaga honorer yang belum dibayar di dinasnya sejak tahun lalu yaitu 3 sampai 5 bulan, sedangkan untuk tahun 2024 ini baru bulan Januari-Februari,” ujarnya
Saat ditanya solusinya? Untung mempersilahkan tanya langsung ke Keuangan
Sementara itu, Kepala BKAD Pangandaran Hendar Suhendar saat ditanya soal gaji honorer belum terbayarkan mengatakan bahwa itu bukan kewenangnya tapi tanggungjawab pihak dinas.
Karena, kata Hendar, BKAD tidak cukup tersedia anggarannya sehingga harus dilakukan efesiensi anggaran.
Baca juga: Pemkab Pangandaran Dilema Soal Pinjaman Rp351 M, Bupati Jeje Sebut Masih Diproses Kemendagri
“Untuk efesiensi, silahkan itu adanya di kebijakan pengguna anggaran untuk menentukan skala prioritasnya,” pungkasnya.(RD)**

2 Komentar
Saling lempar??
Yang betul 2023 5 bulan dan 2024 5 bulan. Maksudnya apa. Jd pejabat jgn pengennya dipilih doang klo sudah dipilih lupa. Mereka bekerja punya anak dan istri butuh biaya hidup kerko ko ngak di bayar aneh. Jd pemimpin tuh tanggung jawab jgn cari enak sendiri. Udah gitu honorer klo pilihannya beda dipecat. Aneh