“Hari ini untuk terkait dengan proses ‘recovery’ terhadap kondisi masyarakat, maka kita dapat menggunakan dana BTT,” katanya.
Ia menambahkan seluruh jajaran Pemkab Garut maupun unsur lainnya dari berbagai instansi sudah bergerak untuk menanggulangi daerah yang terdampak bencana gempa bumi di Garut.
Hasil pendataan di lapangan, kata dia, ada rumah warga yang rusak dengan kategori rusak ringan, sedang, dan berat, kemudian fasilitas umum seperti rumah sakit di Pameungpeuk, fasilitas pendidikan dan kantor BRI juga rusak.
“Jadi beberapa rumah ada yang kategori memang rusak berat, kemudian sedang, dan juga ada yang ringan sedang kami inventarisir, hari ini sudah asesmen,” katanya.
Ia menegaskan peristiwa gempa bumi di barat daya yang terjadi Sabtu (27/4) tengah malam itu hanya menimbulkan kerusakan dan sejumlah warga yang luka, serta dipastikan tidak ada korban jiwa.
“Sampai hari ini tidak ada ya (korban) jiwa, tapi yang luka-luka ada, seperti sekarang di Dayeuhmanggung itu ada yang luka-luka, kemudian Cisompet satu orang, tapi bukan karena langsung bencana tetapi karena memang dia lari terjatuh,” katanya.
Sementara itu, Camat Cisompet Fahmi prayoga menyebut hingga hari ini jumah yang mengalami kerusakan akibat gempa ini tercatat sebanyak 23 unit rumah dan 9 unit fasilitas umum. Jumlah kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1 Miliar,” ujarnya
Baca juga: Puncak HBP Ke-60, Jajaran Pemasyarakatan Gelar Upacara dan Syukuran
Fahmi juga menghimbau kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Cisompet warga harus sigap jika terjadi gempa jangan panik harus mengedepankan kewaspadaan,”ucapnya.(Iis)**
