“TNI harus tetap menjaga netralitas pada Pemilu 2024 sehingga harus cermat dan teliti dalam pengunaan Medsos,” Terangnya.
Dalam Sambutannya Menkopolhukam Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., menyampaikan. bahwa
telah diketahui bersama Dunia sekarang ini sudah dikendalikan dengan digital. Hampir semua apa yang terjadi di belahan dunia dapat kita akses melalui Medsos atau secara Online.
Oleh karenanya Negara kita harus mampu bersaing dengan Negara lain dalam mengimbangi dunia Online. Literasi digital dituntut agar faham cara penggunaan digital.
Indonesia masuk dalam katagori sedang dibandingkan dengan Negara Asean lain dalam dunia digital. Presiden RI telah tekankan pada masa kini pembangunan SDM adalah salah satu misi utama dan telah di lakukan lounching sistim digital nasional tanggal 21 Mei 2021. Dalam perkembangannya teknologi digital menimbulkan ancaman terhadap kedaulatan Negara yang harus dijaga demi keutuhan Bangsa dan Negara seperti pencurian data, sabotase sistim dan propaganda yang mengancam kemanan nasional.
Teknologi jadi alat baru bagi Teroris untuk melancarkan serangan dan rekrut orang baru. Serangan Cyber atau Kelompok kejahatan teknologi ini harus betul-betul diwaspadai, sehingga dapat dicegah kebocoran rahasia Negara sejak dini. Peran penting TNI dalam pemilu 2024, agar netralitas Prajurit TNI menjadi pondasi utama dalam menjalankan peran penting untuk melancarkan proses Pemilu dan memastikan bahwa Pemilu itu aman.
“Terutama menjaga lalulintas informasi dalam dunia digital. Anggota TNI harus teliti dan berhati-hati menggunakan digital. Jangan sampai terprovokasi oleh Kelompok yang mencoba mengadu domba TNI dan Polri maupun instansi lainnya,” harapnya.
Baca juga: Kejari Sumbawa Barat Gelar Sosialisasi Rumah Restorative Justice di Pemdes Tongo
Acara dilanjutkan pemaparan dari para Narasumber yakni Dr. Sofian Lusa, S.E.M.,Kom, Bapak Andri Johandri, Kolonel Sus Panca Dianto, S.T.,M.M., Bapak Cornelius Istanti, Ibu Listiyani dan Kolonel Chb Martanto Dwi S.Hadi (Wadan Cyber TNI).
