Budi juga menyayangkan komentar yang dinilai tidak mencerminkan etika pelayanan rumah sakit dan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul di tengah masyarakat.
Menurut Budi, kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi RSUD dr. Soekardjo untuk memperkuat pembinaan seluruh pegawai, termasuk staf nonmedis, dalam menggunakan media sosial.
“Setiap ucapan di media sosial bisa berdampak luas. Karena itu, kami akan memperkuat pembinaan agar seluruh pegawai lebih bijak dan memahami bahwa perilakunya dapat dikaitkan dengan institusi,” ujarnya.
Baca juga: Kinerja Buruk, Dedi Supriadi Desak Bupati Tasikmalaya Ganti Kebid SMP
Budi turut mengajak masyarakat memeriksa informasi secara utuh sebelum menyebarkan atau mengambil kesimpulan. Ia memastikan RSUD dr. Soekardjo tetap terbuka terhadap kritik dan masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.(*)
