Sumbawa Barat Obormerahnews.com-PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia selalu melaksanakan berbagai inisiatif berkelanjutan yang di direalisasikan dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Seluruh inisiatif ini mencangkup pengembangan kapasitas masyarakat yang bertujuan untuk mensejahterakan serta potensi sumber daya manusia dan wilayah Kabupaten Sumbawa Barat terutama pasca tambang beroperasi.
Melihat pertanian saat ini yang berkembang masih didominasi oleh sistem konvensional yang bergantung pada penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis.Dan pola budidaya itu menimbulkan berbagai permasalahan, seperti penurunan kualitas dan kesuburan tanah serta meningkatnya biaya produksi. Menyikapi hal tersebut.
Aji Suryanto, Senior Manager Social Impact AMMAN menyampaikan.
“Dalam program PPM Amman pengembangan pertanian organik merupakan integrasi dari berbagai hal, untuk mengurangi dampak lingkungan, unsur pendapatan dan aspek sosial serta kelembagaan,”ungkapnya. Sabtu (11/4/2026), bertempat di persawahan Mahdi Desa Benete Kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat.
Ia menjelaskan pertanian organik dilakukan karena melihat keadaan tanah di kecamatan maluk sudah lumayan kritis, harus ada pendekatan yang berbeda ketika melakukan budi daya pertanian padi, karena kondisi tanah bisa mempengaruhi untuk produksi padi yang bisa dihasilkan.
Dan untuk meningkatkan kapasitas maka memilih organik agar kelompok tani bisa berdaulat dan mandiri. Menghasilkan kompos sendiri bisa membuat MOL (mikroorganisme lokal) sendiri dan benar benar mengoptimalkan apa yang ada di sekitar mereka, melakukan efisiensi sambil memperbaiki lingkungan di sekitarnya.
” Ketika mereka bisa mandiri melakukan ini semua dengan upaya yang lebih, untuk menjaga ekosistem mendampingi petani agar bisa lebih memahami terkait ada organisme apa saja di pertanian ini tidak semua harus dianggap sebagai hama tapi kita menjaga keseimbangannya,” jelas Aji.
Dalam program PPM Amman pertanian organik banyak sekali ilmu pertanian yang di sampaikan oleh mitra pelaksana Aliksa organik selaku SRI Consultant yang sudah mendampingi kelompok tani di desa Maluk dan desa Benete yaitu dengan sekolah lapangannya.
Sekolah lapangan ini bisa langsung praktek tentang pertanian organik , merubah sistem pertanian konvensional dan di lapangan bisa melakukan analisis situasi,artinya apapun yang di laksanakan berdasarkan data aktual dilapangan.
