” Kapan melakukan pemupukan, kapan saat panen dan bagaimana meningkatkan produksi panennya bisa lebih banyak itu semua di pelajari di sekolah lapangan,” tegasnya.
Untuk di fase pertama ini merubah main site dan perilaku membiasakan yang tadinya pendekatan konvensional menjadi organik dan upaya kedepannya masih panjang,bisa bikin output output pertanian yang lain, komposnya organik, MOL (mikroorganisme lokal)nya dan sudah bisa bikin vitamin untuk tanaman dari MOL MOL tersebut.
” Para petani organik benar benar bisa mengoptimalkan disekitar mereka bisa dijadikan output produk pertanian yang bisa di gunakan sendiri, tapi harapan kedepannya bisa meningkatkan kesejahteraan para petani organik,” imbuhnya.
Amman mengajak teman teman media untuk membersamai dari awal dan melihat hasilnya, kedepannya agar upaya upaya lain lebih tersertifikasi dan akses pasarnya lebih terjamin.Dan untuk saat ini apa yang sudah petani organik hasilkan bisa menjadi konsumsi lebih sehat dan bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga para petani organik itu sendiri.
Dari sisi kelembagaan program ini mendorong terbentuknya struktur yang lebih melalui presidium pertanian organik kecamatan maluk yang menjadi wadah koordinasi antar kelompok tani serta dilaksanakan melalui koordinasi dan kolaborasi aktif bersama petani, pemerintah desa, Bumdes, karang taruna, dan pemangku kepentingan lokal lainnya sejak bulan Agustus Tahun 2025.
Setelah berjalan setahun capaian program menunjukan hasil yang positif khususnya di Desa Maluk yang sudah memasuki fase panen.Dari total luas 1,50 Ha, sebagian lahan sudah di panen dengan produktivitas tinggi, rata – rata mencapai 7,34 ton/ha.Dengan pencapaian ini jelas ada peningkatan yang signifikan dibandingkan pola budidaya konvensional sebelumnya yang umumnya berkisar pada kisaran kurang lebih 5 ton/ha.
Peran penting biodiversitas khususnya hubungan antara hama dan musuh alami.Pengendalian hama tidak lagi bergantung pada pestisida kimia untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Akan dilakukan upaya sertifikasi beras organik, sertifikasi output produk pertanian seperti kompos, MOL, sayuran organik dan akses pasar hasil produk organik.
“Penerapan metode SRI organik memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas fan performa tanaman, progres tanam yang bertahap juga mencerminkan keberlangsungan siklus tanam yang masih berjalan sehingga capaian program berpotensi terus meningkat pada periode berikutnya,” pungkas Aji Suryanto.(Red)
