Kab Tasik Obormerahnews.com– Pihak sekolah penerima bantuan Program Revitalisasi Sekolah di wilayah Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, diimbau untuk lebih waspada terhadap kedatangan oknum pengusaha atau pihak luar yang mengatasnamakan instansi tertentu.
Imbauan ini mencuat setelah salah satu sekolah penerima bantuan revitalisasi di Kecamatan Cikatomas didatangi oleh seorang pengusaha yang mengaku sebagai bagian dari tim pelaksana utusan dinas serta Polda.
Kronologi, Penolakan Identitas, dan Permintaan Proyek 100%
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh saksi di lokasi sekolah berinisial WS, peristiwa tersebut bermula saat oknum pengusaha mendatangi lokasi sekolah dan mencoba menawarkan serta mengintervensi pelaksanaan pengerjaan fisik revitalisasi.
Bahkan, orang tersebut secara terang-terangan meminta agar pengerjaan fisik revitalisasi sekolah 100% diserahkan kepada mereka untuk dikerjakan. Namun, kecurigaan muncul ketika WS bersama jajaran Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) mempertanyakan kejelasan identitas dan legalitas pihak tersebut.
Saat WS dan pihak sekolah menanyakan secara rinci mengenai asal-usul instansi, utusan Polda mana, utusan Dinas mana, siapa pihak yang mengutusnya, hingga nama CV/perusahaan yang diwakilinya, pengusaha tersebut justru enggan memberikan jawaban transparan dan tidak mampu menunjukkan surat tugas atau dokumen penugasan resmi dari dinas terkait maupun institusi kepolisian.
Sikap tertutup serta upaya penguasaan proyek 100% tersebut memicu kekhawatiran dari panitia sekolah akan adanya indikasi intimidasi dan perampasan hak pengolahan bantuan yang seharusnya dijalankan secara swakelola oleh pihak sekolah, komite, dan masyarakat sekitar.
P2SP Tegaskan Komitmen Swakelola & Pemberdayaan Lokal
