Bahkan hal-hal yang sering dianggap sepele di kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan sabuk pengaman dan larangan menggunakan telepon genggam saat mengoperasikan kendaraan, menjadi pilar kedisiplinan yang dijunjung tinggi.
Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications AMMAN menegaskan bahwa keberhasilan Zero Fatality ini juga tidak lepas dari berbagai kampanye kreatif yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun. Mulai dari ‘Safety Stand Down’ (penghentian operasional sejenak untuk refleksi keselamatan), pemberian penghargaan ‘Safety Award’, hingga inspeksi bersama pimpinan. AMMAN ingin memastikan bahwa pesan keselamatan tidak hanya terpampang di poster, tapi berdenyut di setiap detak jantung pekerjanya. Langkah ini mencermikan pendekatan perusahaan sebagai tempat kerja yang aman, di mana teknologi mutakhir bersinergi dengan nurani manusia untuk menciptakan keberlanjutan.
Mitra Bisnis Turut Dilibatkan Tak hanya bagi karyawannya, mitra bisnis AMMAN juga dilibatkan aktif melalui indikator utama yang sama dengan perusahaan. Praktik-praktik seperti seperti safety interaction, safety inspection, dan safety meeting menjadi suatu hal yang turut dilakukan oleh para mitra bisnis AMMAN. Evaluasi berkala diberlakukan untuk memastikan konsistensi pengelolaan K3, termasuk kepada Penanggung Jawab Operasi mitra.
”Capaian Zero Fatality di tahun 2025 menegaskan bahwa operasi berskala besar dapat berjalan selaras dengan keselamatan sebagai prioritas utama, demi pekerja, keluarga, dan komunitas di Batu Hijau.” tutup Kartika.(Red)
