Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa surat penerimaan undangan sudah ada di kami 3 hari yang lalu, kemudian ke sekpri ke ajudan bahkan sudah kita komunikasi ke bagian umum tapi mana kala acara di undur menunggu bupati atau menunggu perwakilan dari birokrasi atau pemda tapi semuanya tidak hadir ini memalukan sekali
Dedi pun akan memohon sekaligus melaporkan kepada Menteri dalam negeri dan pak Gubernur Dedi Mulyadi untuk mengaudit tata kelola pemerintah daerah dan pelayanan di kab tasikmalaya karena mereka ketika kami datang dari unsur masyarakat untuk membantu program masyarakat membuat malu kita oleh karenanya segera audit tentang tata kelola pemerintah kab tasik
Sambung Dedi, suguh tidak proposianal dan tidak menghargai tentang organ-organ masyarakat yang datang dengan resmi, bahkan memohon dengan segala prosedur tapi paktanya luar biasa seolah-olah ingin memberikan rasa malu kepada LPM.
Dedi menyesalkan dengan tidak hadirnya perwakilan dari pemda, sementara pihaknya menunggu kedatangan dengan menunda waktu, kita malu sama pak Dandim, Kejari, ketua MUI, Kapolres, sementara waktu molor itu karena kita menunggu datangnya delegasi dari pemda tapi tidak ada.
“Ini sangat menjijikan dan ini sebuah pelecehan konsitusi dan penghinaan kepada masyarakat mana kala musyawarah untuk satu tujuan tentang majunya kab tasikmalaya,” ujar Dedi.
Baca juga: Kades Sepatnunggal dan Kapolsek Sodonghilir Dampingi Petani Panen Perdana Jagung di Kampung Tagong
Jika tidak ada permintaan maaf dari bupati dan ketua dewan, Dedi mengancam akan bawa kasus ini ke Menteri dalam negeri untuk di evaluasi,” pungkasnya.(RD)**
