Program Konservasi perairan Gili Balu dilakukan dengan berbasis riset Terapan (Applied Research) dengan kaidah ilmiah (Scientific) yang dikawal dan di dampingi secara teknis oleh Perguruan Tinggi dalam hal ini Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan (PKSPL).
“AMMAN telah memasukan faktor lingkungan dan sosial dalam proses penentuan tujuan perusahaan yang di wujudkan dalam bentuk komitmen dengan melaksanakan program pengelolaan dan perlindungan lingkungan yang sekaligus juga program sosial kemasyarakatan”, ujar Andy Afandy wakil kepala PKSPL Universitas IPB Bidang Program Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan.
Andy menambahkan bahwa hal tersebut dituangkan dalam Program Transformasea Gili Balu.Pengembangan Ekowisata (Wisata Bahari) Terpadu Berbasis Ekosistem yang pelaksanaannya terintegrasi dengan upaya pengelolaan , perlindungan dan pelestarian ekosistem.Program Transformasea Gili Balu merupakan bentuk Implementasi Publik Private Community Partnership Program dilaksanakan secara terpadu menempatkan masyarakat (Community) sebagai pelaku utama,di dukung oleh Pemerintah (Public) dan swasta (Private).
Program Konservasi dan pengembangan Gili Balu yang dilakukan AMMAN ini selaras dengan upaya Pemprov NTB untuk menjadikan Gili Balu sebagai proyek unggulan untuk mendorong Pariwisata di KSB.
Pejabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs. H.Lalu Gita Ariadi, M.Si pada saat peluncuran logo ‘Gili Balu’ pada akhir tahun lalu menyampaikan bahwa pengembangan Gili Balu adalah langkah strategis dalam meningkatkan daya tarik Pariwisata NTB dan mampu meningkatkan Perekonomian masyarakat sekitar.
” Gili Balu, sebagai proyek unggulan menargetkan pengembangan pulau kecil yang indah disekitar wilayah Poto Tano.Gili Balu bisa menjadi Destinasi Pariwisata yang menakjubkan, menciptakan peluang ekonomi baru, dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat lokal,” ujarnya.
Gita Ariadi menambahkan bahwa Gili Balu bukan hanya tentang pesona alamnya, tetapi juga tentang kolaborasi dalam membangun NTB sebagai Destinasi Pariwisata utama di Indonesia yang berkelanjutan.
Upaya pelestarian Gili Balu merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN yang berfokus pada pelestarian lingkungan, khususnya laut. Program ini sejalan dengan Sustainability Development Goals (SDG) 8 untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh dan pekerjaan yang layak untuk semua,serta SDG 14 untuk melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumberdaya kelautan dan samudra untuk pembangunan berkelanjutan.
Kolaborasi berbagai pihak dalam mengatalisasi aksi untuk laut dan iklim kita diharapkan dapat semakin membangun keramahan alam Gili Balu melalui konsep ekowisata yang bertanggung jawab dan mengajak semua orang untuk bersama sama menjaga keindahannya untuk generasi sekarang dan masa depan.(Red)
