Menurut Baharuddin, berbagai materi yang diperoleh akan diimplementasikan dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa Maluk, terutama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mendorong lahirnya inovasi desa yang berkelanjutan.
Program Kepala Desa Masuk Kampus juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemerintah desa dalam mencetak pemimpin desa yang memiliki kemampuan manajerial, inovatif, serta mampu menjawab tantangan pembangunan di era digital.
Keikutsertaan Baharuddin dalam program nasional tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Maluk sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Desa Maluk untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur desa demi mewujudkan pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Ketua KONI KSB Target Lima Besar, Pada Porprov XII NTB 2026
Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari Universitas Indonesia, diharapkan berbagai inovasi pembangunan dan pelayanan publik dapat terus dikembangkan guna mendukung terwujudnya Desa Maluk yang maju, mandiri, dan berdaya saing.(Red)
