“Hari ini kita mengikuti kick Off dalam penanaman jagung secara serentak 1 juta hektar di seluruh Indonesia, yang lebih penting adalah setelah acara ini dan selanjutnya kerjasama dan kolaborasi antara Polres Sumbawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Pertanian terus dilakukan sampai ke tingkat Desa melalui Bhabinkamtibmas sebagai Polisi Penggerak ketahanan pangan dan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL ) untuk mendampingi para petani sehingga dapat meningkatkan produksifitasnya,” harap AKBP Yasmara.
Ditempat yang sama Bupati Sumbawa Barat dalam sambutannya menyampaikan dulu sekitar tahun 70 hingga 80an, di NTB pernah menjadi daerah yang sukses di bidang ketahanan pangan dan menjadi pemasok utama pangan di Indonesia, yang kita kenal Gogo Rancah. NTB pernah sukses di bidang pangan sehingga diberi nama Bumi Gora (Gogo rancah). Nah itu dalam prakteknya menggunakan sistem gotong royong dengan melibatkan semua unsur yaitu TNI-Polri, oleh karenanya Pemerintah Daerah akan terus mendukung program ketahanan pangan ini untuk menuju swasembada.
” Apa pun urusan kita, mau jalan sendiri itu tidak bisa. Kita sudah membuktikan bahwa dengan sistem Gotong royong, kita sudah bisa menuntaskan STBM, dan satu-satunya Kabupaten di luar pulau Jawa berhasil menuntaskan 5 pilar STBM, dan itu karena melibatkan TNI dan POLRI. Keterlibatan Babinsa dan Babinkamtibmas bersama agen, saya yakin swasembada pangan kita akan bisa capai”, ungkap Bupati.
Baca juga: Antisipasi Gangguan Kamtibmas Anggota Polsek Maluk Gelar Patroli Dialogis
Kegiatan Kick off tanam jagung 1 juta hektar ditandai dengan penanaman secara bersama oleh Forkopimda, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat kemudian dilanjutkan dengan mengikuti acara penanaman jagung secara serentak oleh Kapolri, Menteri Pertanian secara virtual.(Red)
