“Setelah kami melakukan investigasi bahkan fakta di lapangan telah kami dapati kedua kabid tersebut belum pernah ada monitoring dan evaluasi (Monev) di lapangan,” bebernya
Dedi menuturkan kabid SMP itu memandang enteng berpikir bahwa dia kuat sebagai kabid,” ucapnya
“Kalau memang mau memberikan alasan apapun kita mempunyai penilaian masing-masing, kita di sini bukan mau menjatuhkan orang, bukan mau menilai orang baik atau buruk, tapi kenapa ada persoalan proyek swakelola malah diborongkan oleh pihak ketiga, bahkan ada isu dipotong 30 persen oleh yang mencatut pengusung DPR RI” tuturnya.
Baca juga: Bantah Isu Diborongkan, Kepsek SMP Islam Terpadu Wahana Bhakti: Pembelanjaan Matrial melaui Siplah
Dedi juga meminta Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin melakukan evaluasi terhadap kabid Disdik berkinerja buruk. “Kinerja kedua kabid buruk harus dievaluasi dan jangan dipakai lagi,” pungkasnya.(Baron)**
