Pangandaran Obormerahnews.com– Aktivis pertanian Kabupaten Pangandaran, Kunkun Herawanto menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Langkaplancar berpotensi merugikan keberadaan petani lokal.
Baca juga: Sebut Gaji Guru Dipotong Rutin Tiap Bulan, RPD: Disdik Kab Tasik Jangan Bersekongkol Dengan Kepsek
Bahkan diduga dipakai ajang bisnis orang-orang tertentu karena minimnya penyerapan produk lokal di program MBG
Kunkun menyebut, program pangan berskala nasional tersebut dinilai tidak bertumpu pada kelembagaan pangan yang telah ada, justru cenderung mendorong pembentukan skema baru yang berorientasi proyek.
Lebih lanjut, Kunkun menegaskan bahwa semestinya urusan pangan diserahkan kepada lembaga-lembaga yang telah berpengalaman dan berbasis pada produksi rakyat. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan MBG justru bergantung pada vendor-vendor perusahaan besar yang mengendalikan rantai pasok, mulai dari produksi hingga distribusi.
“Bagaimana agar makanan yang dibagikan itu diproduksi oleh rakyat. Yang kita lihat sekarang justru kondisi petani di kecamatan Langkaplancar tidak dilibatkan dalam program MBG ini,”ujar Kunkun kepada Obormerahnews, Minggu (1/2/2026).
Kunkun mencontohkan menu MBG untuk buah-buahan, SPPG lebih memilih menggunakan prodak inpor seperti apel puji, pisang Cavendish, lengkeng dan buah pir ketimbang prodak lokal seperti pisang raja bulu
Padahal, sambung Kunkun pisang raja bulu itu merupakan jenis pisang terbaik di indonesia, karena dihasilkan oleh petani jadi jarang sekali dgunakan.
