“Sebenarnya proses pengunduran diri tersebut kami juga masih menunggu dari pihak Kabupaten. Namun jika di tanya masalah surat pembatalan pengunduran diri itu mencuat, dengan tegas kami tidak mengetahui apapun ” jelasnya.
Lanjut Johan menambahkan, Sebelum nya pihaknya mengaku hanya mendapatkan tembusan berupa adanya surat pengunduran diri yang di tanda tangani oleh Rendi Bastian. Setelah mendapatkan surat tersebut pihaknya pun langsung melakukan rapat internal dengan pengurus BPD serta berupaya memanggil rendi untuk mendengarkan secara langsung.
“Itu terjadi beberapa waktu yang lalu, dan setelah mendengarkan pernyataan dari Rendi, maka kami meneruskan surat pengunduran diri tersebut ke tingkat Kecamatan, dan Kabupaten ” tuturnya.
Johan juga menuturkan, Saat ini dirinya mengaku merasa heran dengan kembali munculnya isue baru bahwa Rendi bastian mendapatkan tekanan dari luar sehingga ia bersedia membuat pernyataan pengunduran diri dari Jabatan nya sebagai kepala desa.
“Bahkan saya pun awal nya tidak tau, karena saat surat pengunduran diri itu di buat, saya sedang berada di luar daerah melakukan kegiatan kedinasan. Bahkan untuk masalah surat pembatalan pun kami malah tau dari pihak kecamatan ” terangnya.
Lanjut Johan mengatakan, dalam audiensi tersebut hasilnya warga telah membuat kesepakatan mereka meminta pengurus BPD untuk tetap melanjutkan proses pengunduran diri dari Rendi Bastian sampai keputusan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis keluar.
Baca juga: Memperingati Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Jereweh Gelar Bhakti Religi
“Semua tokoh masyarakat yang datang mereka sepakat meminta untuk melanjutkan proses pengunduran diri Rendi Bastian sebagai kepala desa Banjarsari, dan menolak adanya surat pembatalan pengunduran diri,” pungkasnya.(Rvn)**
