Namun demikian, Bupati mengakui masih ada tantangan dalam pemenuhan kompetensi tenaga kerja untuk jenis pekerjaan tertentu. Karena itu, revitalisasi BLK diharapkan mampu mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja.
Bupati juga mengajak masyarakat mengubah paradigma bahwa peluang kerja di Sumbawa Barat tidak hanya berada di sektor pertambangan. Ia mencontohkan sektor perhotelan yang melalui program pelatihan mampu menyerap 100–200 orang lulusan, baik di Lombok, Sumbawa Barat, hingga Bali.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Sumbawa Barat akan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pihak, termasuk United Tractors, anak perusahaan Astra yang bergerak di bidang pelatihan dan penempatan tenaga kerja. Penandatanganan ini direncanakan dilakukan bersamaan dengan peletakan batu pertama digitalisasi BLK.
Bupati menjelaskan, pola pembiayaan pelatihan hingga penempatan kerja akan diintervensi pemerintah sehingga tidak sepenuhnya menjadi beban calon tenaga kerja. Melalui langkah ini, Pemkab menargetkan penurunan angka pengangguran terbuka menjadi 2,6 persen pada tahun 2027.
Baca juga: Kades Labuhan Lalar Tekankan Sinergi dan Tuntaskan Program Desa Pada Rakor Awal Tahun 2026
Ia berharap revitalisasi BLK dan penguatan kerja sama dengan berbagai pihak dapat berjalan sukses dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan Kabupaten Sumbawa Barat.(Red)
