Beberapa di antaranya menyangkut perbaikan gedung, penambahan koleksi buku perpustakaan, hingga dukungan fasilitas kegiatan ekstrakurikuler.
Para santri juga menyampaikan kebutuhan perlengkapan kegiatan seperti peralatan drum band, perlengkapan pramuka, serta seragam olahraga basket yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas pembinaan minat dan bakat di lingkungan pesantren.
Politisi Partai NasDem itu menyatakan bahwa, seluruh aspirasi tersebut akan menjadi catatan penting dalam pelaksanaan fungsi penganggaran dan pengawasan DPRD.
Ia menilai peningkatan fasilitas pendidikan pesantren merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Pesantren adalah bagian penting dari ekosistem pendidikan kita. Karena itu dukungan terhadap sarana dan kegiatan santri perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah,” katanya.
Selain menyerap aspirasi, Badaruddin Duri juga menyampaikan rencananya untuk mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan pondok pesantren di Kabupaten Sumbawa Barat.
Regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi payung hukum bagi penguatan peran pesantren dalam sistem pendidikan daerah.
Baca juga: Kapolres Sumbawa Barat Pastikan Kesiapan dan kedisiplinan personel dalam penggunaan Senpi Dinas
Menurutnya, dengan adanya perda tersebut, dukungan pemerintah daerah terhadap pesantren dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan. (Red)
