Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelayanan publik, ia berharap Bupati Tasikmalaya yang baru saja dilantik bisa segera melakukan pembenahan terhadap sistem pelayanan kesehatan, khususnya pada aspek pengelolaan darah dan ketersediaannya di semua waktu.
“Jangan sampai RS dengan anggaran besar hanya megah dari luar, tapi gagal menyelamatkan yang paling mendasar yaitu nyawa pasien,” tutup Dadan.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) RSUD KHZ Musthafa, Indra saat dikonfirmasi oleh tim melalui pesan singkat whatsapp miliknya, apa yang menjadi kendala dan penyebab kurangnya stok darah di RSUD setempat,
Indra mengatakan bahwa penyediaan Darah dari PMI, atau UTDRS, RSUD KHZ Musthafa masih BDRS, belum bisa mengambil dan mengolah darah jadi bahan donor darah.
“Darah kan tidak bisa di produksi bang, sumbernya dari pendonor, tidak bisa beli kemana-mana. Kadang darah yang tersedia tidak pas dengan yang diperlukan pasien. Makanya gencar donor darah di instansi-instansi itu ya untuk percepatan pemenuhan stok darah”, ungkapnya, Selasa (10/6/2025).
Baca juga: Isu Rotasi Mutasi Menguat, Ini Prediksi 4 Kadis di Pemkab Pangandaran Yang Bakal Diganti
“Kalau lagi habis stok darah di PMI, di sarankan keluarga menyediakan pendonor dari keluarga, agar lebih cepat. Kalau ada pendonor, tinggal bawa pengantar, dan darahnya diambilkan oleh PMI. Setelah dari PMI, baru d sampaikan ke BDRS. Kadang waktu-waktu tertentu pendonor itu sedikit, akibatnya stok darah tipis. RSUD KHZ Musthafa rutin mengadakan donor darah per 3 bulan, agar membantu penyediaan darah”, ujarnya.(Iwan)**
