Menurutnya, kebutuhan mendesak saat ini adalah penanganan pascakebakaran yang terarah, khususnya dalam penyediaan hunian sementara hingga pembangunan kembali rumah warga.
Kami mendorong agar penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Warga membutuhkan kepastian untuk bisa segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal,” tegasnya.
Selain itu, Kaharuddin juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan bencana, agar setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran dan efektif.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah lebih dahulu menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp65 juta kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diberikan kepada 30 rumah yang terbakar dan 18 rumah yang mengalami kerusakan ringan.
Tidak hanya bantuan tunai, pemerintah daerah juga mendistribusikan bantuan logistik berupa mie instan, air mineral, beras, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, minyak goreng, serta obat-obatan.
Baca juga: Kepala Desa Maluk Kecamatan Maluk Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H,/2026 M
Dengan kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan berbagai pihak, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat. Saat ini, fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar serta percepatan rehabilitasi permukiman warga terdampak.(Red).
