-Untuk Tujuan RSUD Bandung dikenakan biaya all in 1,2 juta masyarakat menilai keberadaan mobil siaga ini hanya membebani masyarakat, padahal hadirnya mobil siaga ini katanya untuk membantu masyarakat, tapi kenyataannya lebih mahal dr rental mobil.
Kemudian, Kades PAW menjawab bahwa dia hanya menerima masukan dari para pengusaha rental agar keberadaan mobil siaga ini tidak mematikan usaha rental yang ada di wilayah desa Tawang artinya kebijakannya lebih pro Pengusaha dari pada masyarakat kecil.
3.Pajak Pembangunan Desa dan kampung di patok antara 20%-25%.
Kebijakan lainnya yang mengundang banyak pertanyaan yaitu terkait potongan anggaran yang diberlakukan oleh desa kepada TPK, baik itu TPK kampung maupun desa.
Kebijakan inilah yang membuat masyarakat desa Tawang Sakit hati, karena merasa perjuangannya selama 1,5 Tahun ini menjadi sia-sia, lalu masyarakat pun mulai menanyakan kemana uang potongan dari setiap program tersebut.
Harapan masyarakat dengan hadirnya Kades PAW dapat membersihkan birokrasi pemdes dari segala macam pungutan liiar (pungli) diluar pajak, tapi kenyataannya setelah Kades berganti pun, kebijakan-kebijakan itu masih dijalankan meski sudah jelas melanggar aturan serta melukai harapan masyarakat dalam menciptakan Pemerintahan yang bersih dari korupsi
Dibawah kepemimpinan Kades PAW itu
Nasyarakat menilai bahwa pergantian Kades ini hanya pergantian orang saja, tanpa merubah sistem bokbrok KKN di lingkungan desa.
Sementara itu, menurut salah satu anggota BPD dan LPM desa Tawang, mereka menilai positif dimuatnya berita ini, agar masyarakat mengetahui kondisi yang sesungguhnya.
Kata dia, sebagai teguran juga untuk Pemdes Tawang terutama Kades PAW nya agar bisa memperbaiki lagi kedepannya terkait kebijakan yang akan dibuat ditahun ini.
Dia pun berharap desa Tawang dapat membangun sesuai harapan masyarakat khususnya bagi para pejuang keadilan di desa Tawang,” pungkasnya.(Adi)**
