Ketika Cecep dan Yulianto mencoba mewawancarai Kaswad, Ifan berulang kali menghalangi dan ikut campur dalam wawancara. Yulianto akhirnya meminta Ifan untuk diam dan membiarkan Kadisdik yang memberikan keterangan. Namun, teguran ini membuat Ifan tersinggung dan memicu adu mulut. Setelah situasi semakin memanas, Yulianto memilih pergi meninggalkan tempat tersebut.
“Setelah paska perdebatan, Ifan sempat mengejar Yulianto. Tak lama kemudian, setelah Yulianto pergi Ifan datang kerumah dan mengatakan akan mencari Yulianto,” jelas Cecep.
Setelah insiden itu, Yulianto mengaku sering mendapatkan teror ancaman. Dua minggu kemudian, pada Jumat (4/10/2024), Yulianto kembali ke sekolah yang dibongkar, Di sana, ia bertemu dengan Ifan di sebuah warung dekat lokasi. Selama 30 menit, mereka tidak berinteraksi. Namun, ketika Yulianto beranjak pergi, Ifan menahannya, dan melakukan tindakan kekerasan sampai menjatuhkan yulianto, dan memukulinya, terang Cecep
“Yulianto kemudian menelepon saya dan menceritakan kejadian yang menimpanya yaitu kekerasan yang baru dialaminya. Kami segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian,” terang Cecep.
ketiak di konfirmasi Kapolres Banjar, AKBP Danny Yulianto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kekerasan terhadap jurnalis tersebut. Ia menegaskan bahwa polisi akan mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam kasus ini. terangnya
“Kami telah menerima laporan kekerasan terhadap seorang jurnalis, dan saat ini kami sedang menindaklanjuti kasus tersebut. Kami pastikan bahwa masalah ini akan diselesaikan hingga tuntas,” tegas AKBP Danny.
Baca juga: Agar Dana Desa Tak Diselewengkan, Inspektorat Kab Tasikmalaya Periksa 110 Desa Sesuai PKPT
Menyikapi adanya kejadian seperti ini maka pihak berwajib harus bertindak tegas karena tugas dan fungsi pers sudah dilindungi undang undang. (Jun)**
