Sementara itu dari RSUD Asy Syifa Kabid Penunjang medik dan sarana Andi Suhaeri, SST.M.M.Inov kepada media ini menyampaikan terkait proses pelaksanaan khitanan massal.
“Dalam tahapan awal, petugas medis dari Asy Syifa melaksanakan penimbangan berat badan pada anak yang mau di khitan, tujuannya untuk menentukan nantinya dosis obat yang akan di berikan kepada anak yang di khitan, sedangkan usia anak yang di khitan pagi hari ini, termuda berusia 1 tahun dan usia tertua 9 tahun,”ujarnya.
Ia mengatakan, adapun yang hadir pada giat Khitanan Massal Kodim 1728/ Sumbawa Barat yaitu, 20 orang petugas team dari RSUD Asy syifa gabungan dari 8 operator, 10 orang gabungan dari dokter, perawat, dan apoteker. Untuk sistem dalam pengkhitanan kita gunakan sistem Electro Coutter dengan sistem 2 jahitan,” terangnya.
“Target untuk kesembuhan anak pasca khitanan ini selama 8 hari, kalau ingin cepat sembuh harus disiplin dalam minum obatnya,” pungkasnya.
Baca juga: Pemdes Seran Menggelar Kejuaraan Menembak Datu Seran Cup II 2023 Se-Nusa Tenggara Barat
Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1628/Sumbawa Barat, Para Pasi Kodim1628/ Sumbawa Barat, Para Danramil jajaran Kodim 1628/Sumbawa Barat, Forkopimda KSB, Ketua DPRD KSB, Wakil Ketua II DPRD KSB, Kapolres Sumbawa Barat di Wakili, Kajari Sumbawa Barat di Wakili, BNNK Sumbawa Barat di wakili, Kapolsek Taliwang di wakili, Direktur RSUD Asy Syifa, 20 Tenaga Medis dari RSUD Asy Syifa, perwakilan dari BRI Taliwang, Anggota Kodim 1628/ Sumbawa Barat, Kepala Desa Maluk, Kepala Desa Mantun, para orang tua dan anak – anak yang di khitan.(Red)**
