Karena itu, masih kata Otang, pada akhirnya pengelola BUMDes Desa bekerja serampangan. Bukan tidak mungkin pula yang terjadi adalah praktik KKN, misalnya BUMDEs dikelola orang dekat atau keluarga Kepala desa setempat,
“BUMDes ini sekadar dibentuk. Setelah itu tidak dikelola dengan baik.” ujarnya
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan PMD Kab.Pangandaran, Dedi Surachman mengakui BUMDes di Kabupaten Pangandaran banyak yang mati suri.
“Ada beberapa faktor yang menyebabkan BUMDes ini mati suri atau tidak ada aktivitas usaha yang dilakukan,” kata Dedi
Dijelaskannya, faktor yang menjadi penyebab BUMDes mati suri diantaranya pertama pengurus yang tidak kompeten, lalu tidak harmonisnya Pemdes dengan pengurus BUMdes
kedua, sambung Dedi, potensinya ada, sumber ekonominya ada namun pengurusnya kurang amanah
Selain itu, faktor sumber daya manusia (SDM) yang tidak memiliki jiwa bisnis juga ikut berpengaruh terhadap berjalan tidaknya pengelolaan BUMDes. “Tidak semua, masih banyak juga BUMDes yang berjalan,” ucapnya.
Ia mengaku sudah mengumpulkan ketua BUMDes se Kabupaten Pangandaran untuk membentuk forum BuMdes semacam BUMDes bersama tingkat Kabupaten Pangandaran
Soal puluhan BUMDes Sudah mati suri, Dedi berjanji akan coba melakukan pembinaan terhadap BUMDes dan kita lihat potensi potensinya.
“Kita akan telusuri dimana titik lemah BUMDes yang sudah mati suri itu,” ujar Dedi lagi
Baca juga: Kapolres Cirebon Kota Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kota Cirebon
Sementara Untuk meningkatkan SDM BUMDes, terang Dedi, pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan pelatihan agar pengurus bisa meningkatkan wawasan dan pengetahuan terhadap pengelolaan BUMDes,” pungkasnya.(RD)**
