Khusus di Desa Seloto, Fud Aher merancang program-program yang berfokus pada pemberdayaan pendidikan, terutama melalui pengembangan pondok pesantren.
Salah satu program unggulannya adalah pendidikan gratis bagi para penghafal al quran, yang sejalan dengan misi meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka kesempatan bagi para penghafal al quran.
Tak hanya itu, intervensi terhadap siswa berprestasi akan ditingkatkan, serta program seragam gratis untuk siswa sekolah akan terus dilanjutkan dengan evaluasi waktu pelaksanaan yang lebih cepat, yakni maksimal tiga bulan.
Selain itu, program “Kamis Budaya” yang telah dilaksanakan setiap minggu, akan dievaluasi menjadi satu kali dalam sebulan, dengan minggu lainnya diisi dengan pemberian materi tentang budaya dan adat istiadat.
“Hal ini diharapkan dapat memperkuat kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya lokal,” imbuhnya.
Di bidang kesehatan, Fud Aher berjanji untuk menyediakan satu unit ambulans di setiap desa dan kelurahan, serta melanjutkan program BPJS dengan inovasi BPJS Plus, di mana setiap anak yang lahir langsung mendapat BPJS.
“Untuk keluarga yang mendampingi anggota keluarganya yang sakit, akan disediakan dana stimulan guna meringankan beban mereka,” ungkapnya.
Sementara untuk program Pariri Bariri, yang telah dikenal luas, akan tetap dilanjutkan dengan evaluasi khusus pada mekanisme menabung yang dinilai memberatkan masyarakat.
Fud Aher berencana menghapus kewajiban menabung dalam program ini, sehingga bisa lebih fokus pada manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Baca juga: Wakil Bupati Sumbawa Barat Pimpin Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD
Dengan berbagai program dan strategi yang ditawarkan, Fud Syaifuddin dan Aheruddin bertekad untuk membawa Sumbawa Barat menjadi daerah yang hebat bermartabat.(Red)
