Lebih lanjut, Syihabuddin menyoroti tindakan Abdullah, Camat Poto Tano, yang bahkan ikut mempromosikan pasangan calon nomor urut 01, Amar Nani, serta berpose dengan simbol satu jari yang identik dengan pasangan calon tersebut. “Ini jelas menunjukkan keberpihakan dan melanggar prinsip netralitas ASN,” katanya.
Syihabuddin menegaskan harapannya agar Bawaslu Sumbawa Barat menindaklanjuti laporan ini sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Saya berharap Bawaslu KSB menindak tegas ketiga oknum ASN tersebut. Tindakan mereka sangat merugikan, terutama dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Pilkada,” tegasnya.
Syihabuddin menambahkan bahwa dukungan ASN terhadap pasangan calon dapat mempengaruhi persepsi publik, mengingat posisi ASN sebagai abdi negara yang seharusnya menjaga netralitas dan melayani masyarakat secara luas tanpa memihak.
Terlebih, lanjut dia, keikutsertaan ASN dalam aktivitas politik dianggap dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap ketidakberpihakan pemerintah dalam Pilkada, yang merupakan agenda demokrasi penting bagi daerah.
Baca juga: Lagi Dua Pria Diduga Pengedar Sabu Diringkus Sat Resnarkoba Polres Sumbawa Barat
“Masyarakat menanti tindak lanjut Bawaslu Sumbawa Barat atas laporan tersebut. Tindakan yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera dan menjaga integritas ASN di tengah berlangsungnya pesta demokrasi,” tandasnya. (Red)
