Modusnya, pelaku menguasai ATM milik penerima manfaat, dengan alasan akan mengambilkan bantuan apabila sudah ditransfer.
“Tapi setelah cair tidak disalurkan oleh pelaku. Sedangkan data yang dilaporkan kepada pemerintah oleh pelaku dibuat fiktif,” tuturnya.
“Kami minta APH dan Kemensos agar segera turun ke desa Cisompet untuk memeriksa orang yang sudah menggelapkan uang bukan haknya karena masih banyak korban lainya yang belum melapor,” ujarnya
Sementara itu, oknum aparat desa Cisompet inisial St saat dihubungi melalui pesan aplikasi Whatsapp terkesan menghindar malah pura-pura gak tau.isi chatnya, dia bilang PKH yang mana,” ucapnya, lalu mengabaikanya.(Tim)**
1 2
