Anggaran Rp 10 miliar. Rapat koordinasi, studi banding dan lain-lain Rp 6 miliar. Yang jadi makanan untuk ibu hamil dan anak-anak di bawah 2 tahun itu Rp 2 miliar. Rp 2 miliarnya lagi evaluasi. Jadi yang stunting itu Rp 2 miliar yang masuk ke perut itu. Yang lainnya studi banding,” ucap Tito
Meski begitu, Tito tak merinci nama daerah yang dimaksudnya. Namun dia meminta Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri dan semua pihak untuk mengawasi belanja yang tak efisien.
Termasuk, lanjut Tito perihal anggaran perjalanan dinas. Dia menyebut baru-baru ini anggaran perjalanan dinas kementerian/lembaga sudah dikurangi hingga separuhnya.
“Dan sudah dikunci. Untuk kementerian/lembaga sudah dikunci oleh beliau. Kemarin sore jam 17.00 saya diskusi dengan Menkeu itu untuk perjalanan dinas dikurangi separuh K/L,” tuturnya.
Lebih lanjut, Tito juga menyinggung soal kegiatan rapat dalam rangka penguatan yang kerap dilakukan pemerintah daerah. Ia meminta Pemda untuk mengubah mindset untuk tidak lagi melakukan kegiatan pemborosan.
Baca juga: Penerima BPNT di Desa Tawang dan Cikawung Kab Tasik ‘Ditodong’ Belanja Paksa Rp400 Ribu
“Kapan kuat-kuatnya ini barang. Ini tolong rekan-rekan kepala daerah jangan dibohongin sama Sekda, sama BPKAD. Ini mainnya di Bappeda sama BKAD. Jujur-jujur. Tolong lah mindset-nya berubah. Karena kasihan rakyat,” ujar Tito.(*)
